Pada transfusi darah, orang yang mendapat darah disebut
resipien. Dan pemberi darah disebut donor. Sel darah yang diberikan kepada
resipien adalah senyawa protein. Jika
tidak sesuai, berarti sel darah tersebut bersifat sebagai antigen sehingga
sel darah akan menggumpal atau mengalami
aglutinasi. Golongan darah O dapat memberikan darahnya ke semua golongan
darah O tidak mengandung kedua aglutinogen sehingga sejumlah kecil darah ini
dapat ditransfusikan ke hampir setiap resepien tanpa terjadi reaksi aglutinasi
dengan cepat. Sedangkan golongan darah
AB disebut Resipien universal karena dapat menerimma darah dari semua golongan
darah. Akan tetapi, transfusi darah sebaiknya dilakukan antar golongan darah
yang sama.
Yang perlu diperhatikan dalam transfusi darah adalah
pada pendonor jenis Aglutinogennya sedangkan pada resipien adalah Aglutininnya.
|
Manfaat dari donor darah
/ transfuse darah, antara lain:
1. Menjaga kesehatan jantung Tingginya kadar zat besi dalam darah akan membuat seseorang menjadi lebih rentan terhadap penyakit jantung. Zat besi yang berlebihan di dalam darahbisa menyebabkan oksidasi kolesterol. Produk oksidasi tersebut akan menumpuk pada dinding arteri dan ini sama dengan memperbesar peluang terkena serangan jantung dan stroke. Saat kita rutin mendonorkan darah maka jumlah zat besi dalam darah bisa lebih stabil. Ini artinya menurunkan risikopenyakit jantung. 2. Meningkatkan produksi sel darah merah Donor darah juga akan membantu tubuh mengurangi jumlah sel darah merah dalam darah. Tak perlu panik dengan berkurangnya sel darah merah, karena sumsum tulang belakang akan segera mengisi ulang sel darah merah yang telah hilang. Hasilnya, sebagai pendonor kita akan mendapatkan pasokandarah baru setiap kali kita mendonorkan darah. Oleh karena itu, donor darah menjadi langkah yang baik untuk menstimulasi pembuatan darah baru.
3. Membantu penurunan berat tubuh
Menjadi donor darah adalah salah satu metode diet dan pembakaran kalori yang ampuh. Sebab dengan memberikan sekitar 450 ml darah, akanmembantu proses pembakaran kalori kira-kira 650. Itu adalah jumlah kalori yang banyak untuk membuat pinggang kita ramping. 4. Mendapatkan kesehatan psikologis Menyumbangkan hal yang tidak ternilai harganya kepada yang membutuhkan akan membuat kita merasakan kepuasan psikologis. Sebuah penelitian menemukan, orang usia lanjut yang rutin menjadi pendonor darah akan merasakan tetap berenergi dan bugar. 5. Mendeteksi penyakit serius Setiap kali kita ingin mendonorkan darah, prosedur standarnya adalah darah kita akan diperiksa dari berbagai macam penyakit seperti HIV, hepatitis B, hepatitis C, sifilis, dan malaria. Bagi yang menerima donor darah, ini adalah informasi penting untuk mengantisipasi penularan penyakit melalui transfusidarah. Sedangkan untuk kita, ini adalah “rambu peringatan” yang baik agar kita lebih perhatian terhadap kondisi kesehatan kita sendiri. |




0 komentar:
Posting Komentar