Selasa, 16 Desember 2014

OOGENESIS

| |

[eapbiofiel.wikiaces.jpg]

Oogenesis merupakan proses pembentukan ovum di dalam ovarium. Di dalam ovarium terdapat oogonium (oogonia = jamak) atau sel indung telur. Oogonium bersifat diploid dengan 46 kromosom atau 23 pasang kromosom. Oogonium akan memperbanyak diri dengan cara mitosis membentuk oosit primer. Oogenesis telah dimulai saat bayi perempuan masih di dalam kandungan, yaitu pada saat bayi berusia sekitar 5 bulan dalam kandungan. Pada saat bayi perempuan berumur 6 bulan, oosit primer akan membelah secara meiosis. Namun, meiosis tahap pertama pada oosit primer ini tidak dilanjutkan sampai bayi perempuan tumbuh menjadi anak perempuan yang mengalami pubertas. Oosit primer tersebut berada dalam keadaan istirahat(dorman).
Seperti  halnya pada jantan, oogenesis pun memiliki tahap: 1. Proliferasi; 2. Meiosis; 3. transformasi atau pematangan.
Yang sangat menyolok beda antara kedua jenis kelamin ialah spermatogenesis berlangsung setelah akil balig; sedangkan oogenesis sudah mulai semasa embrio awal, terhenti sebagian waktu lahir, dan dilanjutkan setelah akil balig. Bedanya lagi, ini terutama pada orang dan Mammalia piara, jantan tak memiliki daur pembiakan yang jelas, sedangkan betina ada memiliki daur itu. Daur itu berlangsung 28 hari rata-rata pada orang, dan ditandai dengan terjadinya secara berkala menstruasi (haid).

Primordial germ cell   
Serentak dengan terbentuknya gonad dari epitel coelom dekat ginjal awal, disebut “genital redge”, maka sel induk betina muda (primordial germ cell) pun datang bermigrasi besaran dari kantung yolk, dekat allantois. Sebelumnya di kantung yolk itu primordialgerm cell berploliferasi secara mitosis, sehingga ditaksir yang bermigrasi ke gonad itu sekitar 1700 butir.
Ketika gonad berdifferensiasi jaadi ovarium germ cell primordial itu berproliferasi membentuk oogonia (tunggal: oogonium), yang jumlahnya ditaksir sekitar 600.000 butir (Baker & o 1976). Oogonia berpriloferasi secara mitosis, membentuk lebih kurang 7 juta oosit primer. Ini ketika embrio berumur 5 bulan. Kemudian terjadi atresia. Sehingga waktu bayi lahir dalam ovariumnyatinggal sekitar 2 juta oosit primer. Waktu anak berumur 7 tahun jumlahnya susut lagi menjadi sekitar 300.000.
Oosit sekunder
Ketika embryo umur 6 bulan oosit primer memasuki meiosis I, mulai dari tahap leptoten, zigoten, sampai pakiten. Waktu bayi lahir meiosis I sudah menyelesaikan diploten profase. Meiosis berhenti dulu sampai disini, sampai saat anak wanita itu akil balig pada umur sekitar 12-13 tahun.
Ketika wanita sudah akil balig meiosis I diselesaikan sampai diakinesis, dan wkatu mau berovulasi meiosis II  berlangsung sampai metaphase. Oosit sekunder ini berhenti mengalami meiosis, sampai saat ada kesempatan dibuahi. Kalau tak dibuahi meiosis II tak diliengkapi sama sekali.
Ketika meiosis I berlangsung, terbentuk I oosit sekunder dan I polosit primer dari I oosit primer. Polosit itu akan berdegenarasi secara berangsur.
Kalau pembuahan berlangsung dan meiosis II diselesaikan, dari I oosit   sekunder terbentuk I polosit sekunder. Sementara itu polosit primer pun ikut bermeiosis II sehingga terbentuk 3 polosit pada akhir pembelahan. Ketiga polosit ini tetap hadir di luar ootid, sebelah dalam zona pellucid, sampai pada cleavage awal mengalami degenarasi dan diresep

0 komentar:

Ir arriba

Posting Komentar

Followers


annidaramadhani.blogspot.com. Diberdayakan oleh Blogger.


Translate

 
 

Diseñado por: Compartidísimo
Con imágenes de: Scrappingmar©

 
Ir Arriba